Jurnal Keperawatan Medika https://jkem.ppj.unp.ac.id/index.php/jkem <div><span lang="EN-US">The Jurnal Keperawatan Medika (JKEM) is a scientific publication journal that is published every <strong>six months (Mei-October (First Period) and November-April (Second Period)</strong> using peer review method for article selection. JKEM is intended for practitioners, academics, professionals, students, or the public who are involved and interested in the development of <strong>Nursing Sciences</strong> include training, education, and practice. JKM received relevant articles in the nursing fields, which included <strong>original research (Research Article), Review Article or Concept analysis, Case Report/Case Study, and Brief Article or feature articles.</strong></span></div> Universitas Negeri Padang en-US Jurnal Keperawatan Medika 2963-5691 Asuhan Keperawatan Pada Ny M dengan Penumonia https://jkem.ppj.unp.ac.id/index.php/jkem/article/view/406 <p>Pneumonia is a lung infection that is easily transmitted through droplets when coughing or sneezing. Worldwide, pneumonia causes around 6.3 million deaths, with 92% of cases occurring in Asia and Africa. And the diagnosed incidence of pneumonia in Indonesia reached 10.8% with a total of 877,531 cases. In RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH Pariaman, 89 cases of pneumonia were recorded. At At RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH Pariaman, 89 cases of pneumonia were recorded. This study aims to provide nursing care to Mrs. M, with pneumonia. The method used is a case study with a surgical medical nursing assessment approach, through interviews and direct observation. The research was conducted in the pulmonary inpatient room on February 20 to February 24, 2025 to see or recognize problems in Mrs. M. Age 60 years with a medical diagnosis of pneumonia. Nursing problems found include ineffective airway clearance, ineffective breathing patterns, nutritional deficits, constipation, activity intolerance and self-care deficits. Intervention and implementation carried out, namely airway management and respiration monitoring. With the results of the evaluation of ineffective airway clearance not resolved, ineffective breathing patterns, nutritional deficits, activity intolerance resolved on day 4 and constipation problems resolved on day 5. Advice given to patients regarding increasing fluid intake, recommending optimal rest, maintaining personal and environmental hygiene, managing a nutritious diet, increasing endurance, taking drugs according to doctor's recommendations and routinely controlling health care facilities.</p> <p>&nbsp;</p> Nabila Naswa Mike Asmaria Hilma Yessi Linda Marni Copyright (c) 2026 Nabila Naswa, Mike Asmaria, Hilma Yessi, Linda Marni https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-30 2026-06-30 4 2 1 8 10.24036/jkem.v4i2.406 Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien Ny.M dengan Halusinasi Pendengaran https://jkem.ppj.unp.ac.id/index.php/jkem/article/view/435 <p>Halusinasi adalah gangguan persepsi sensori, di mana individu merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, atau penciuman. Berdasarkan pengambilan data yang didapatkan dari RSJ Prof. HB Saanin padang diagnosa keperawatan terbanyak pada tahun 2024 adalah halusinasi dengan jumlah 6.206 pasien. Studi ini bertujuan untuk menerapkan Asuhan Keperawatan Jiwa pada Ny. M dengan Halusinasi di Wisma Melati Rumah Sakit Jiwa Prof. HB Saanin Padang. Penerapan Asuhan Keperawatan pada Ny.M dilakukan tanggal 25 Maret s/d 29 Maret 2025 dengan kunjungan sebanyak lima hari pertemuan. Pasien yang ditangani berjumlah satu orang dengan inisial Ny. M. Metode Karya Tulis Ilmiah ini adalah berupa Studi Kasus. Hasil dari pemberian Asuhan Keperawatan Jiwa didapatkan Ny. M mampu mengontrol Halusinasi secara mandiri dengan menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) yaitu SP 1 latihan menghardik, SP 2 minum obat dengan secara teratur, SP 3 bercakap-cakap dan SP 4 melakukan kegiatan harian terjadwal. Pada diagnosa defisit perawatan diri dilakukan strategi pelaksanaan melatih cara menjaga kebersihan diri ( mandi, dan ganti pakaian, sikat gigi, cuci rambut, potong kuku), melatih cara berdandan (sisir rambut, cukuran, potong rambut), melatih cara makan dan minum dengan baik, melatih BAB dan BAK dengan baik. Hasil evaluasi tindakan yaitu masalah halusinasi dan defisit perawatan diri sudah teratasi. Kesimpulan dari penerapan terapi ini didapatkan hasil bahwa pasien mampu mengontrol halusinasi secara mandiri dengan cara yang telah diajarkan oleh perawat. Diharapkan agar dapat menambah wawasan sebagai acuan dalam memberikan Asuhan Keperawatan Jiwa secara optimal.</p> Tasya Aulia Putri Tasya Vivi Yuderna Ridhyalla Afnuhazi Copyright (c) 2026 Tasya Aulia Putri Tasya, Vivi Yuderna, Ridhyalla Afnuhazi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-30 2026-06-30 4 2 19 27 10.24036/jkem.v4i2.435 Asuhan keperawatan Keluarga Pada Pasien An. M Dengan Tuberculosis https://jkem.ppj.unp.ac.id/index.php/jkem/article/view/395 <p>Kasus Tuberculosis di Indonesia pada tahun 2020 dengan jumlah beban kasus terbanyak, sehingga tahun 2021 kasus TB jelas tidak baik. Indonesia diperkirakan sebanyak 969.000 kasus TB. Angka ini naik 17% dari tahun 2020 yaitu sebanyak 824.000 kasus. Insidensi kasus TB di Indonesia terdapat 354 orang diantaranya yang menderita TBC. Salah satu penyakit yang paling umum di dunia dan salah satu yang menjadi perhatian utama di Indonesia adalah Tuberculosis (TBC). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Mycobacterium Tuberculosis yang menyebar melalui udara, batuk, bersin dan bahkan saat berkomunikasi secara tatap muka. Tuberculosis membutuhkan pengorbatan selama 6 bulan penuh, dukungan keluarga sangat penting dalam perjuangan melawan TTBC (Suprihatiningsih, 2020). Tujuan penulis ini adalah bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan Tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Kurai Taji Kota Pariaman. Metode penelitian yang digunakan merupakan studi kasus. Adapun hasil pengkajian pada An. M 6 tahun yang mengalami Tuberculosis dengan 3 masalah yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif, defisit pengetahuan, dan ansietas. Hasil tingkat pengetahuan dan kemandirian keluarga meningkat adalah menerima perawatan kesehatan masyarakat dan pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan intervensi keperawatan. Saran dari penulis untuk keluarga yaitu keluarga mampu memahami cara perawatan dan juga pencegahan dari penyakit Tuberculosis begitu pun dengan perawat, instalansi rumah sakit dan pendidikan, diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan sebagai acuan dalam memberikan pelayanan kesehatan.&nbsp;</p> yesa yesa Armaita Hasmita Hilma Yessi Copyright (c) 2026 yesa yesa, Armaita, Hasmita, Hilma Yessi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-30 2026-06-30 4 2 9 18 10.24036/jkem.v4i2.395